Kenapa Selalu Memaafkannya? Oleh : Intan Nurbadiuri Hari Minggu pun tiba, waktunya aku maen, lupakan semua tugas yang ada. Tidak meski harus sama tugas mulu. Apu pun mulai menyiapkan untuk rencana main bersama teman spesialku. Namun ketika itu, aku menghubungi dia, nomer handphonenya tidak aktif. Aku bingung. Namun ketika aku menyimpan handphone di meja, tiba-tiba dia nelpon balik. Aku kaget ketika dia yang tiba-tiba ingin putus. Ntah apa maksudnya. Aku tidak bisa menolak. Aku menangis tanpa henti. Ingin rasanya jantung copot. Aku tidak mengerti akan semua ini. Kenapa harus seperti ini. Yang awalnya aku akan bersenang-senang di hari ini, semuanya berlawanan arah. Hari ini dipenuhi isak tangis yang begitu mendalam. Berminggu-minggu aku larut dalam kesedihan. Namun, aku merasa ada sosok orang yang membuat aku menjadi lebih tenang, membuat aku lebih menerima kenyataan. Dia adalah Brandan. Sekarang aku mulai mov...
Hallo, selamat datang. Aku, masa depanku. Begitupun kamu, masa depanmu. Aku aku berbagi apa yang ingin aku bagikan, hehe. Yupss, tentang sekolah, perkuliahan, pengalaman, bahkan harapanku di masa mendatang. Semoga bermanfaat🕊